Sunday, January 17, 2016

Ilusi?

Aku mencintainya, sampai mungkin sudah tak ada yang tersisa lagi di hatiku. Dia Bunda dari buah hatiku, hampir 12 purnama kami bersama. berbagi tawa dan seyuman, selalu ada doa yang teriring disetiap sujud kami.

Sekarang, dia mulai mengambil jalan yang berbeda.. mulai melebarkan genggaman yang selama ini saling bergenggaman erat. Ada tangis yang mengalir disetiap sujud dan mata yang terpejam,

Terlalu perih terasa, bahkan udara yang terhirup pun seakan tak mengandung oksigen. Apa ini namanya patah hati, apa ini rasanya no air?

ketika genggaman mulai mengendur, ketika airmata sudah mulai mengering, muncul pertanyaan, apa rasa yang selama ini terjalin hanya ilusi? apa semua perhatian dan ungkapan cinta hanya senbuah fatamorgana?

aku mencintaimu, meski hancur diriku karenanya.

Thursday, October 1, 2015

entah

Kembali menulis, setelah lama menarik diri.
Ada banyak kejadian yang telah terjadi dalam setahun ini. Hubungan yang sangat dinamis, kelahiran si kecil, kehidupan yang terasa sangat lengkap.

Tak ada pesta yang tak usai, bom waktu pun meledak.. entah sekarang kita akan bertahan atau memang harus hancur berkeping. Sakit hingga tak bisa bernafas, tubuh mendingin karena otak kehilangan cakupan oksigennya.

Now I'm broke, nobody can hurt me anymore... 

Wednesday, October 22, 2014

Closure

Dear Bunbun,

Sudah cukuplah aku membela diri. Tak akan ada gunanya lagi, toh semua ucapaklnku tak bisa lagi kamu percayai. Bun, aku hanya ingin jujur kepadamu. Sekaligus memantapkan hatiku, namun sayang... Aku hanya mematahkan hatimu dan menghancurkan diriku sendiri.

 Maaf untuk kebodohanku..semoga kamu bisa berbahagia disana.

Dari yang mencintaimu,

Tuesday, October 21, 2014

4x24 Jam

Dear Bunbun,

Pagi ini aku melihat video yang diposting oleh salah satu teman sekolahku. Judulnya the creation of human life. Bun...ak merinding melihatny, melihat proses si dedek berubah wujud. Saat jantungnya berdetak pertama kali, saat badannya mulai berubah, mata mulai muncul, anggota tubuh mulai terbentuk. Bun, ak rindu kalian berdua. Rasanya sesak, tidak bisa menghubungi hanya gara2 janji bodoh itu.

Bun...ini baru 4x24 jam, tapi rasanya sudah terlalu sesak...

Dari yang merindukanmu hingga lupa rasanya.



Monday, October 20, 2014

3 x 24 jam

Dear Bunbun,

Semakin lama semakin sesak...sampai aku sendiri lupa rasanya....

dari yang mencintaimu,